Jiwa yang Tak Utuh

Banyaknya butir air hujan yang jatuh malam ini sebanyak rasa rinduku padamu.
Jatuh membasahi pipi, membanjiri wajah, menimbun sesal yang mengganjal hati.
Mengapa kehilanganmu
Membungkamku
Menjadikan aku yang tak mudah bercerita
Membuatku menjadi lebih diam
Membuatku semakin terlihat seakan kokoh
Padahal yang terlihat adalah usahaku menahan perasaan yg telah hancur berkeping-keping.
Kini aku tak pandai lagi bercerita
Kini aku tak pandai lagi berucap
Kesepianku tanpamu
Membuatku kalang kabut
Beradaptasi dengan segala waktu yang memunculkan wajahmu
Menampakkan kenangan kita
Kau adalah aku
Kau pergi dengan segala ceritaku, cerita kita
Lalu bagaimana aku bisa kembali menjadi aku yang dulu
Jika separuh jiwaku telah tiada
Aku merindukanmu
Sangat merindukanmu
Dan merindukan aku yang dulu.


Comments