Skip to main content
Seperti tulisan
di atas pasir yang t ergulung ombak
Semua harap dan doa yang selalu terpatri lenyap
Hanya dengan sepersekian waktu di dunia
26 tahunku bersama menyisakan luka
Pagi itu angin berderu hebat
Menggoyahkan badan dengan setengah pertahanan
Tangan yang telah lelah
Serta harap yang tumbuh dengan suburnya
Ku tuliskan doa agar hari itu ada kabar baik yang mengetuk pintu
Benar saja
Sejuknya angin sore menyapa
Membawa masuk kabar bahagia
Harapku terbalaskan
Tapi tidak untuk malam
Malam itu dingin dan kelam
Hawa yang tak pernah ku kenal sebelumnya
Menyelimuti seisi ruang penuh harap
Terasa menyiksa
Malam itu
Malam penantian panjang
Aku datang menjemputmu
Namun kau pergi tanpa bilang
Aku menunggu dan menanti dengan ketegaran
Tapi pada akhirnya yang tersisa hanya kekacauan
Setelah genap kesadaran
Keberadaanku di tengah heningnya malam
Ialah salah satu jerih payah untuk bertahan
Menjemput kepergianmu
Walau tak lagi bisa bergandengan tangan
dan berbeda rumah tujuan
Comments
Post a Comment