Muslimah Cerdas dan Sehat: Hijab Dipandang dari Segi Medis (Part 3)


Assalamualaikum Warahmatullah,

InsyaAllah, ini adalah part terakhir dalam tema Hijab Dipandang dari Segi Medis yang disampaikan oleh dr. Inong. Yuk ukh, share ilmu ini untuk teman-teman yang lain, dalam rangka #dirumahaja semoga tulisan ini bisa menemani kajian di rumah tanpa haus ilmu. Walaupun ilmu ini tidak seberapa, paling tidak, bisa sedikit bermanfaat untuk kalian semua. Aamiin.
Allah SWT berfirman:
يٰۤاَ يُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا قُوْۤا اَنْفُسَكُمْ وَاَ هْلِيْكُمْ نَا رًا وَّقُوْدُهَا النَّا سُ وَا لْحِجَا رَةُ عَلَيْهَا مَلٰٓئِكَةٌ غِلَا ظٌ شِدَا دٌ لَّا يَعْصُوْنَ اللّٰهَ مَاۤ اَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ
yaaa ayyuhallaziina aamanuu quuu anfusakum wa ahliikum naarow wa quuduhan-naasu wal-hijaarotu 'alaihaa malaaa`ikatun ghilaazhun syidaadul laa ya'shuunalloha maaa amarohum wa yaf'aluuna maa yu`maruun

"Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, dan keras, yang tidak durhaka kepada Allah terhadap apa yang Dia perintahkan kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan." (QS. At-Tahrim 66: Ayat 6)
* Via Al-Qur'an Indonesia http://quran-id.com

       Muslimah yang cerdas tidak hanya mementingkan dirinya sendiri, tapi juga keluarganya. Sebagai contoh sederhananya, jika kita lebih tahu akan sesuatu maka hal yang pertama saat mengetahui orang lain yang tidak tahu, ialah beritahulah! Dalam arti yang positif. Contoh nyata dalam keadaan saat ini ialah, untuk para ukhti yang mungkin lebih memiliki ilmu dan wawasan mengenai pandemi virus covid 19, kalian bisa memberitahu keluarga terdekatnya mengenai anjuran-anjuran pencegahan dll. Tentunya, saat kita mencoba memberitahu, kita juga harus paham terlebih dahulu mengenai apa yang akan kita sampaikan. 
Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menjadi sosok yang cerdas dalam Islam:
1. Mampu mengendalikan hawa nafsu (cerdas emosi)
2. Mengorientasikan amal pada hidup sesudah mati (cerdas spiritual)
3. Semangat, percaya diri, dan optimis
Bagaimana si supaya kita bisa menjadi sosok Muslimah yang cerdas?
1. Melihat dan mengambil kesempatan
2. Rencana dan evaluasi
3. Segmentasi/spesialisasi
4. Manajemen waktu
5. Terus belajar dan perbaiki diri 
6. Penuh motivasi
7. Sumber inspirasi
8. Berpikir dan bertindak positif
9. Punya integritas, sesuai dengan hati, kata, dan perbuatan.

Cerdas dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu cerdas hati dan cerdas sosial. Gimana si yang dimaksud cerdas hati dan cerdas sosial? Yuk simak penjelasan di bawah ini:

CERDAS HATI

Cerdas hati adalah bagaimana kita bisa me-manage hati kita supaya tetap bersih, jauh dari apa yang Allah tidak sukai dan bagaimana menjadikan hidup kita sendiri menjadi bahagia lahir dan batin.

Gimana caranya?

  • Jangan suka menyalahkan orang tua dan keadaan.
  • Pilihan kita hanya satu: ridho, berkah, dan surga Allah.
  • Allah sesuai prasangka hamba-Nya.
  • Semangat
  • Segeralah bertaubat ketika berbuat kesalahan dan minta maaf.
  • Berusaha memaafkan dan ikhlas.

      Selain untuk diri sendiri, sebagai muslimah kita juga harus cerdas dalam bersosial. Manusia adalah makhluk sosial, yang akan membutuhkan satu sama lain. Akan tetapi, bukan berarti sesuka hati kepada orang lain apalagi demi kepentingan diri sendiri. Maka dari itu, untuk menjauhi hal-hal yang merusak seperti itu, kita harus cerdas secara sosial.

》Pertama, Jaga Penampilan. Sebisa mungkin kita harus berpenampilan secara bersih, rapi, dan enak dipandang. Bukan yang branded, mewah, dan menyilaukan ya. Hehe..

》 Kedua, jangan memikirkan apa kata orang tentang kita. Karena, yang ada nantinya justru kita yang akan terperangkap oleh kebencian yang tak akan usai. Misal, kita sedang bertemu dengan orang yang pernah kita tahu, dia menjelek-jelekkan kita dihadapan teman kita yang lain. Jika kita selalu mengingat perkataan orang itu, yang ada kita akan selalu menanam kebencian, selalu dendam, tidak terima, dan apa yang dia katakan tidak akan pernah kita percaya. Merugikan diri kita sendiri tentunya.

》 Ketiga, bicara dengan menggunakan data atau evidence based. Berbicaralah sesuai fakta yang ada, jangan menambahi atau mengurangi. Takutnya jadi fitnah.

》Keempat, tulus ikhlas. Tulus ikhlas dalam segala hal membuat hati menjadi tenteram dan berimbas pada hubungan sosial yang harmonis dan nyaman.

》Kelima, giving. Apabila ada rejeki lebih, berikanlah kepada tetangga, teman, saudara, agar persaudaraan dapat semakin erat. Selain itu, sebuah pemberian itu bisa menjadi tanda bahwa kita menyayangi, memperhatikan, dan menjadikan mereka sebagai suatu prioritas untuk kita. Tapi ingat, sebelum memberi kepada orang lain, sebaiknya kita juga harus memberi kepada orang terdekat kita, yaitu keluarga. Muliakanlah dahulu keluarga kita.

         Muslimah yang cerdas juga harus diimbangi dengan tubuh yang sehat. Karena di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Nomor satu sehat, maka insyaAllah kita dapat menjalankan segala sesuatu dengan maksimal, entah dalam berkata, berpikir, maupun bertindak.

Tips Hidup Sehat
1. Makanan bergizi seimbang
2. No junk food
3. Makanan masak sendiri, non MSG
4. Tidak begadang, tidur sesuai hadits Rasulullah
5. Zero plastic waste
6. Pakai produk lokal

Selain itu, kesehatan kita juga dipengaruhi dari beberapa faktor dari luar, seperti:
1. Lingkungan
a. Sinar matahari (09.00-16.00)
UV A: menghitamkan kulit
UV B: penuaan dini, kanker kulit
UV C: sangat membahayakan
b. Iklim dan Kelembaban
Lembab: kelenjar minyak dan keringat aktif, sinar UV mudah diserap
c. Polusi: udara, asap rokok, sinar uv atau radiasi dari gadget.
2. Gizi atau Diet
a. Perbanyak sayuran dan buah
b. Air putih minimal 2 liter/24 jam
3. Gaya Hidup
a. Olahraga
b. Tidur atau istirahat cukup

       Kemudian, ada tambahan mengenai penggunaan baju muslim yang baik. Jadi ukhti, gunakanlah baju dengan bahan yang mudah menyerap keringat ya. Kemudian, jika kalian banyak beraktivitas si bawah sinar matahari gunakanlah warna yang muda atau tidak gelap.
      InsyaAllah, dari ikhtiar-ikhtiar di atas kita dapat belajar pelan-pelan menjadi sosok muslimah yang salihah, aamiin. Akan tetapi, menjadi perempuan salihah tidak cukup hanya dengan ikhtiar-ikhtiar di atas saja, yang perlu kita lakukan secara garis besarnya dirangkum dalam empat poin, yaitu istiqomah dalam agama dan berbuat kebaikan. Kedua, taat kepada Allah. Ketiga, taat dan hormati orang tua. Keempat, apabila sudah bersuami, taat dan hormati suami. 
             InsyaAllah kita semua adalah perempuan-perempuan yang dapat melakukan ikhtiar-ikhtiar di atas dengan rapi dan baik. Aamiin. Karena sejatinya, seorang muslimah adalah sebuah harta dan perhiasan, dia memiliki derajad yang sama dengan laki-laki di mata Allah.
Allah SWT berfirman:

اِنَّ الْمُسْلِمِيْنَ وَا لْمُسْلِمٰتِ وَا لْمُؤْمِنِيْنَ وَا لْمُؤْمِنٰتِ وَا لْقٰنِتِيْنَ وَا لْقٰنِتٰتِ وَا لصّٰدِقِيْنَ وَا لصّٰدِقٰتِ وَا لصّٰبِرِيْنَ وَا لصّٰبِرٰتِ وَا لْخٰشِعِيْنَ وَا لْخٰشِعٰتِ وَا لْمُتَصَدِّقِيْنَ وَ الْمُتَصَدِّقٰتِ وَا لصَّآئِمِيْنَ وَا لصّٰٓئِمٰتِ وَا لْحٰفِظِيْنَ فُرُوْجَهُمْ وَا لْحٰـفِظٰتِ وَا لذّٰكِرِيْنَ اللّٰهَ كَثِيْرًا وَّ الذّٰكِرٰتِ ۙ اَعَدَّ اللّٰهُ لَهُمْ مَّغْفِرَةً وَّاَجْرًا عَظِيْمًا
innal-muslimiina wal-muslimaati wal-mu`miniina wal-mu`minaati wal-qoonitiina wal-qoonitaati wash-shoodiqiina wash-shoodiqooti wash-shoobiriina wash-shoobirooti wal-khoosyi'iina wal-khoosyi'aati wal-mutashoddiqiina wal-mutashoddiqooti wash-shooo`imiina wash-shooo`imaati wal-haafizhiina furuujahum wal-haafizhooti waz-zaakiriinalloha kasiirow waz-zaakirooti a'addallohu lahum maghfirotaw wa ajron 'azhiimaa

"Sungguh, laki-laki dan perempuan muslim, laki-laki dan perempuan mukmin, laki laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar." (QS. Al-Ahzab 33: Ayat 35)

Allah SWT berfirman:
يٰۤاَ يُّهَا النَّا سُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَآئِلَ لِتَعَا رَفُوْا ۗ اِنَّ اَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللّٰهِ اَ تْقٰٮكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ
yaaa ayyuhan-naasu innaa kholaqnaakum min zakariw wa unsaa wa ja'alnaakum syu'uubaw wa qobaaa`ila lita'aarofuu, inna akromakum 'indallohi atqookum, innalloha 'aliimun khobiir

"Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sungguh, yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti." (QS. Al-Hujurat 49: Ayat 13)

Allah SWT berfirman:
وَمَنْ يَّعْمَلْ مِنَ الصّٰلِحٰتِ مِنْ ذَكَرٍ اَوْ اُنْثٰى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَاُ ولٰٓئِكَ يَدْخُلُوْنَ الْجَـنَّةَ وَلَا يُظْلَمُوْنَ نَقِيْرًا
wa may ya'mal minash-shoolihaati min zakarin au unsaa wa huwa mu`minun fa ulaaa`ika yadkhuluunal-jannata wa laa yuzhlamuuna naqiiroo

"Dan barang siapa mengerjakan amal kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan sedang dia beriman, maka mereka itu akan masuk ke dalam surga dan mereka tidak dizalimi sedikit pun." (QS. An-Nisa' 4: Ayat 124)

Allah SWT berfirman:
مَنْ عَمِلَ صَا لِحًـا مِّنْ ذَكَرٍ اَوْ اُنْثٰى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَـنُحْيِيَنَّهٗ حَيٰوةً طَيِّبَةً ۚ وَلَـنَجْزِيَـنَّهُمْ اَجْرَهُمْ بِاَ حْسَنِ مَا كَا نُوْا يَعْمَلُوْنَ
man 'amila shooliham min zakarin au unsaa wa huwa mu`minun fa lanuhyiyannahuu hayaatan thoyyibah, wa lanajziyannahum ajrohum bi`ahsani maa kaanuu ya'maluun

"Barang siapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan." (QS. An-Nahl 16: Ayat 97)

* Via Al-Qur'an Indonesia http://quran-id.com


Comments