Kulit Sehat ala Muslimah: Hijab Dipandang dari Segi Medis (Part 2)

Assalamualaikum Warahmatullah,

Melanjutkan tulisan mengenai Hijab Dipandang dari Segi Medis (Part 1), mengenai perawatan rambut yang baik, untuk kali ini aku mau bahas mengenai kulit yang sehat ala muslimah. Sebelumnya aku mau minta maaf, tulisan kedua ini kejeda beberapa tulisan yang lain, semoga maknanya tetap bisa sampai ya buat para ukhti. Maklum, butuh kekuatan batin dan mental yang tinggi untuk mulai menulis. Haha...
Jadi, buat sharing kali ini, materi yang aku sampaikan masih dalam satu kajian yang sama yaitu kajian yang diberikan oleh dr. Dewi Inong Irana, SsKK, FINSDV pada bulan lalu. Pada kajian kali itu, dr. Inong menyampaikan banyak hal mengenai kesehatan seorang muslimah, dari rambut, kulit, dll. Oleh karena itu, aku buat tulisan ini dalam beberapa part dengan subtema masing-masing. 

Oh ya, bentar-bentar mau nambahin dikit aja, karena saat ini di negara kita bahkan di dunia sedang mendapat musibah dari Allah berupa virus covid 19 (corona). Semoga, kita semua selalu dilindungi dan diberi kesehatan oleh Allah SWT. Semoga dengan adanya pandemi ini, menjadikan kita supaya selalu ingat pada tubuh kita sendiri, menomor satukan kesehatan tubuh kita, mungkin biasanya kita terlena dengan banyaknya aktivitas dan tuntutan pekerjaan atau pendidikan yang menjadikan kita sering melupakan tubuh yang menjadi sarana keseharian kita. Maka dari itu dengan adanya keadaan yang seperti ini, semoga menjadikan kita selalu ingat dan bersyukur terhadap karunia Allah. Semoga pandemi ini menjadikan kita untuk selalu belajar sabar, rela ikhlas, dan selalu berprasangka baik pada Sang Pencipta, agar apa yang kita lalui bisa menjadi penghapus dosa-dosa kita dan menaikkan derajad kita di hadapan Allah, insyaAllah. 
Okay,cukup. Sekarang yuk, dimulai aja ya...
Bismillaahirrohmaanirrohiim...

Ngomong-ngomong kenapa si yang jadi sorotan di kajian ini ialah seorang muslimah? Pertama, karena kajian ini memang dikhususkan sebagai kajian kemuslimahan. Kemudian yang kedua, menurut penelitian-penelitian ilmiah kulit wanita itu lebih tipis daripada pria dengan ras yang sama. Selain itu, pigmen melamin yang dimiliki wanita lebih sedikit. MasyaAllah...

Terus gimana kalau kita para muslimah berikhtiar dengan menggunakan skincare untuk merawat kulit kita?
Boleh dong, asal kita bijak dan cerdas dalam memilih skincare yang akan kita   pakai. Jangan sampai hanya karena iming-iming kulit menjadi putih, kemudian kalian terperangkap pada dunia komoditas. Kulit putih itu tidak selalu sehat, kulit sehat tidak harus putih! 

Jadi gimana dong cara memilih skincare yang bijak dan cerdas?
Pertama yaitu pilihlah yang aman (aman di dunia dan di akhirat) dengan cara memilih yang halal. Sudah banyak kan produk-produk yang sudah berlabel halal. Maka pakailah yang sudah jelas kehalalannya. Okay?
Kedua, yaitu pilih yang sehat yaitu yang sesuai dengan keadaan daerah kita. Terkadang para ukhti termakan iklan-iklan dari negeri-negeri berkulit putih, sehingga tolok ukur skincare yang bagus yaitu skincare yang mereka gunakan. Padahal, produsen di Indonesia dalam membuat produk, mereka pasti sudah menyesuaikan dengan cuaca dan keadaan di negara kita sendiri. So, itu insyaAllah sudah pasti aman. 
Ketiga, beauty. Setelah kita berikhtiar untuk membeli dan menggunakan skincare demi kebaikan dan kesehatan kulit kita, sebaiknya sekarang kita tawakal, berikan sugesti pada diri sendiri agar semua yang kita gunakan menjadi berkah untuk diri kita. Kalau sudah membeli yang kita rasa sudah cukup, jangan lapar mata ya ukh, jangan membeli sesuatu yang mubadzir. 
Ingat!!! Cantik itu nggak harus putih!!

Kemudian, selain ikhtiar menggunakan skincare, ada juga ikhtiar yang bisa kita lakukan tanpa modal materi. Paling cuma modal niat yang besar dan konsistensi yang kuat. 
Apa itu?????
Karena cantik dan sehat itu juga dari dalam, maka pilihlah makanan yang menyehatkan dan sebagai asupan yang baik untuk kulit serta tubuh kita. Ada ilmu baru nih soal makanan yang bisa bikin cantik dan sehat. Makan apa ya kira-kira? Yang jelas bukan makan hati loh ukh..
Jadi, menurut dr. Inong, ketika kita makan makanan ini secara rutin, insyaAllah bisa menjadi ikhtiar untuk kulit yang sehat. Makanan itu ialah :
  • Tempe mentah

Tempe selebar 2 jari. Cuci menggunakan air matang. Cara makan terserah, bisa dicocol saus, sambal pecel, kecap, atau mayonase.
  • Jambu biji merah

1 butir jambu dicuci kemudian diblender dengan air secukupnya, dan saring.
  • Pepaya matang

Pepaya sebanyak satu mangkok, sebelum makan malam. 

MasyaAllah, makanan-makanan yang sehat itu sebenarnya bukan makanan yang sulit kita cari ya, ukh. Tapi, ngomong-ngomong apa si khasiat dari ketiga makanan itu?
Menurut Prof. Diana Draelos dari Amerika, tempe bisa berkhasiat sebagai obat jerawat, anti kerut, dan obat rambut rontok. Kemudian jambu biji berkhasiat sebagai vitamin C yang aman untuk lambung dan dapat membuat warna kulit cerah. Terakhir pepaya, bisa berkhasiat menghaluskan kulit dan menghilangkan bekas jerawat.

Skin care sudah, makanan sudah, apa lagi ya ikhtiar yang bisa kita lakukan untuk merawat kulit kita supaya sehat. Oke, ikhtiar ini sebenarnya tidak hanya untuk kesehatan kulit saja, tapi juga kesehatan seluruh tubuh kita.
》》》》》Sehat Jasmani《《《《《
Ketika jasmani kita sehat, insyaAllah kulit kita pun sehat. Ikhtiar yang bisa kita lakukan yaitu:
  • Makan teratur, pada jam yang sama
  • Shaum Sunnah Senin Kamis
  • Jangan begadang. Tidur cukup (4-8 jam) pada waktu yang tepat (pukul 20.00-04.00). Sunnah Rasulullah SAW yaitu Rasulullah tidur ba’da Isya, bangun di sepertiga malam.
  • Olahraga teratur, jalan kaki 30 menit setiap hari. Selain jalan kaki, kita sebaiknya juga berjemur di sinar matahari antara pukul 10.00-12.00 sekitar 30 menit hanya dari siku sampai ujung tangan sebanyak 3 kali dalam seminggu, untuk mencegah osteoporosis.

●JANGAN lakukan pada MUKA, karena UV-C sudah masuk di bumi●

Jadi ukh, kenapa kita hanya bisa berjemur di waktu-waktu tertentu, karena sinar matahari itu dapat menjadi efek yang baik dan buruk bagi kesehatan kulit kita. Apa si efek baiknya?
  • Sebagai penghangat
  • Pembentukan vitamin D untuk tulang
  • Anti depresi

Terus efek buruknya apa?Penuaan dini
  • Menghitamkan kulit
  • Reaksi alergi
  • Melasma atau flek
  • Tumor jinak kulit
  • Kanker kulit

Semoga kita selalu sehat luar dalam ya, ukh. Berikut ada beberapa gejala yang dapat menjadi patokan kita para muslimah ketika kulit kita mengalami kanker kulit, naudzubillah min dzalik.
Berupa bercak higam atau tahi lalat
Rasa gatal atau nyeri
Perubahan warna (menjadi lebih terang, gelap, atau pucat)
Ukurannya membesar
Melebar tidak teratur
Permukaan menjadi tidak rata
Mudan berdarah
Sering digaruk atau dikorek
Menjadi luka dan koreng tidak sembuh-sembuh 

Ukhti, pernah nggak berpikir sebenarnya Allah itu sudah mengatur segala hal yang terbaik untuk umat-Nya. Salah satu contoh yang dapat kita ambil misalnya, sebagai seorang muslimah kita harus menutup aurat kita dari ujung kepala sampai ujung kaki. Bukankah itu demi kebaikan kita semua? Contohnya pada kasus kesehatan kulit kita, sinar matahari banyak juga membawa dampak buruk. Apa yang terjadi jika kita tidak menutup aurat kita? Kulit-kulit kita akan terpapar sinar matahari berlebih. Dengan kita berhijab, insyaAllah kita sudah melakukan kewajiban, selain itu kita juga melakukan ikhtiar terbaik untuk kesehatan tubuh kita.
Oke lanjut ya,

Hal yang paling membuat keparnoan selain hal di atas ialah jerawat. Hayo ngaku, siapa yang kalau timbul jerawat pasti terus moodnya rusak? Bingung pingin cepat-cepat hilangin, merasa nggak PD, dan merasa nggak cantik. Berikut ada perawatan kulit bagi yang berminyak dan berjerawat dadi dr. Inong:
Rajin membersihkan kulit
Pilih sabun khusus 
Pilih lotion atau gel
Bedak tabur
Kurangi makanan lemak, pedas, dan karbohidrat
Perbanyak sayuran, buah, dan air putih
Hindari stres
Jangan menggunakan kosmetik yang  berminyak

Sharing part duanya sampai di sini dulu, semoga bermanfaat ya. Semoga menjadi ilmu yang dapat menjadikan kita semakin bersyukur kepada Allah dengan cara menyayangi diri kita sendiri dengan cara merawat dan menjaganya sebaik mungkin. INGAT! Cantik nggak harus putih! Kalau kalian masih berpikir demikian, berarti pikiran kalian masih terjajah oleh budaya barat. Seram ih..
Okay, terima kasih. Sampai bertemu di part berikutnya.

Wassalamu’alaikum Warahmatullah...








Comments