Keteladanan Perempuan dalam Al-Qur'an

Assalamu’alaikum Warahmatullah 


Hai ukhti dan akhi, sekedar mau sharing nih, jadi kemarin Rabu 5 Februari 2020 di aula utama Masjid Ukhuwah Islamiah UI diselenggarakan kajian kemuslimahan Rabu petang yang diisi oleh Ustadzah Oki Setiana Dewi, M. Pd. Siapa sih yang tidak mengenal beliau? Selain pendakwah, penulis, serta artis rupanya beliau ini alumni FIB UI ketika menempuh gelar S-1 nya, beliau mengambil jurusan sastra Belanda di tahun 2007. MasyaAllah...
Dalam ceramahnya kemarin sore, beliau membahas tema yang sangat menarik terutama untuk para ukhti-ukhti nan salihah, aamiin. Tema tersebut ialah “Keteladanan Perempuan dalam Al-Qur’an”. Sepertinya tidak hanya para ukhti, namun para akhi juga tak ketinggalan ingin belajar bersama dengan beliau, apalagi bagi yang sedang cari pendamping hidup nih, pastinya ingin tahu dong gimana si sosok perempuan yang dituliskan dalam Al-Qu’an? Supaya dapat menjadi patokan dalam memilah dan memilih sang Pujaan hati, ihiy..

Bismillaahirrohmaanirrohiim...
Sebelumnya sekedar mengingatkan, bahwa terdapat empat perempuan termulia di dalam ajaran Islam, yaitu Maryam binti ‘Imran, Asiyah istri Fir’aun, Khadijah binti Khuwailid, dan Fatimah. Salah satu dari keempat tsb akan dijadikan sebagai contoh atau teladan untuk para perempuan masa kini, yaitu sosok Maryam binti ‘Imran. Perempuan yang dihormati, dihargai, dan memiliki kualitas diri yang baik atau dengan kata lain dimuliakan oleh Allah, tidak jauh dari sosok orang tua yang hebat. Dalam Q.S. Ali ‘Imran ayat 35-37 dituliskan mengenai bagaimana menjadi sosok orang tua yang hebat untuk melahirkan anak yang hebat pula. Kandungan dari ayat tsb akan dirangkum dalam lima poin di bawah ini. 
1. Apapun profesinya kelak, keluarga terutama seorang ibu tetap harus berharap bahwa anaknya menjadi seorang pengabdi Allah SWT (Q. S. Ali ‘Imran ayat 35).
2. Memberi nama yang baik untuk anaknya serta menjadikan nama tersebut sebagai doa yang baik (Q. S. Ali ‘Imran ayat 36).
3. Tak pernah henti untuk selalu mendoakan anaknya agar berada di jalan Allah dan dijauhkan dari gangguan setan yang terkutuk (Q. S. Ali ‘Imran ayat 36).
4. Memberikan pengasuh yang baik dan ditempatkan pada tempat yang baik (Q. S. Ali ‘Imran ayat 37).
5. Berhati-hatilah terhadap apa yang masuk dalam tubuh anak tsb terutama dalam makan dan minumnya (Q. S. Ali ‘Imran ayat 37).
Kemudian, setelah kelima poin di atas, Ustadzah Oki juga menyampaikan mengenai keutamaan sosok Siti Maryam. Keutamaan Siti Maryam terkandung dalam Q. S. Maryam ayat 16-22. Dari 7 ayat tsb dapat dirumuskan menjadi 14 poin mengenai keutamaan Siti Maryam sebagai sosok yang dimuliakan Allah SWT. 
1. Wanita yang dipuji oleh Allah SWT.
2. Wanita ahli surga.
3. Lahir dari orang tua yang beriman (Ali ‘Imran ayat 35)
4. Tidak diganggu oleh setan (ketika lahir).
5. Wanita yang benar di mata Allah.
6. Menjaga kesucian diri.
7. Anak yang suci.
8. Teladan untuk para wanita.
9. Diasuh oleh Nabi.
10. Salihah sejak kecil.
11. Mendapat makanan langsung dari Allah.
12. Taat dan sabar.
13. Namanya diabadikan dalam Q. S. Ke-19.
14. Rela berkorban.

      Jadi, dari beberapa poin yang sudah disampaikan di atas, pada intinya adalah satu, bahwa kita menjadi seorang muslimah harus selalu berada dalam jalan Allah SWT, berkiblat pada Al-Qur’an, insyaAllah kita menjadi muslimah yang dimuliakan oleh-Nya. Selalu berpikir positif, bersikap positif, dan bertutur kata yang positif pula. Melakukan hal-hal yang bermanfaat dan meninggalkan segala kegiatan yang tidak ada manfaatnya sekalipun untuk diri kita sendiri. Untuk para anak, seperti posisi saya saat ini yang masih menjadi anak dan belum menjadi sosok orang tua, mari selalu sapa orang tua kita, selalu meminta ridhonya dalam setiap hari kita. Apalagi untuk para ukhti dan akhi yang sedang merantau, berjuang untuk mencari ilmu maupun rejeki, jangan pernah lupa untuk pulang, sempatkan waktu untuk menjenguk orang tua kita. Jika dari kalian ada salah satu atau kedua orang tuanya sudah tiada, mari doakan disetiap hembusan nafas kita, selalu libatkan mereka dalam segala aktivitas kita dan rencana-rencana kita, karena sejatinya mereka tak pernah kemana-mana, mereka tetap menetap di jiwa dan raga kita. Selalu bersabar dan mari belajar ilmu ikhlas bersama-sama, keep istiqomah!!

      Uraian mengenai keutamaan Siti Maryam di atas adalah hasil dari saya belajar ketika kajian bersama Ustadzah Oki, semua yang beliau katakan saya catat, dan saya sampaikan di dalam tulisan saya ini, tidak ada maksud lain selain hanya ingin berbagi ilmu. Semoga bermanfaat, dan semoga kita selalu diberikan kesempatan untuk selalu belajar dan belajar supaya lebih dekat dengan-Nya. 
Aamiin.


Wassalamu’alaikum Warahmatullah. 



Comments

Post a Comment