Jembatan Hidupku

Aku baru tersadar
Dari kelumpuhan ingatan
Akibat banyak tuntutan
Tentang hidup yang harus tetap berjalan
Aku melihat sepasang kakiku menapak
Dia berjalan
Membelah kota demi kota
Hanya sepasang
Mana pasang kaki lainnya
Oh.. ku baru menyadari
Terbangun dari kesadaran yang selama ini pingsan
Adanya diriku berdiri sekarang
Semua karena adanya dirimu

Lewat kekuatanmu
Bahwa sejak kau tahu aku separuh nyawamu
Jauh sebelum kau menamaiku
Jauh sebelum kau melihat wajahku
Lewat kemuliaanmu
Aku belajar
Tentang ikhlas menerima kenyataan
Hitam dan putih
Lewat kasih sayangmu
Aku mampu berdiri dengan sepasang kakiku 
Tanpa ada sepasang lagi milikmu
Sepasang kaki kecil yang dulu kau tuntun
Sekarang Ia telah menuntun jalannya sendiri

Ya, itu dirimu Ibu
Sosok idolaku
Jembatan hidupku
Penghubung segala tujuanku
Perantara segala jalan cinta dan citaku

Ibu.....
Aku percaya
Sungguh teramat percaya
Restumu ialah restu Sang Penguasa
Cintamu ialah cinta yang tak kenal batas
Tanpa kokohnya batin dan perjuanganmu
Aku hanya sepasang kaki yang kebingungan
Mencari jalan ke seberang
Dimana tujuanku tinggal
Tujuan yang tak lain
Ialah senyummu untuk selalu menantiku bahagia
Yang tak lain
Ialah tangismu untuk selalu menungguku bercerita 
Tentang jalan-jalan diluar sana 
Yang memberiku kesempatan untuk melaluinya

Depok, 19 September 2019

Comments