Kepada Bus yang Melaju

Kepulan asap hitam beradu
Tak mengusik kita untuk ttp tertawa
Berdua
Seperti burung yang sedang saling memadu
Bercerita selayaknya yang kita tumpangi ialah mobil pribadi
Sopir kesal kita tersenyum
Penumpang turun naik bergantian kita tertawa
Penjual asongan menawarkan kita bernyanyi
Penumpang lain tertidur, kita takjub melihat jendela
Kita
Adalah dua sosok manusia
Yang tak mengerti daratan yg akan kita injak nanti
Akankah semenyenangkan saat kita menari mengikuti setiran supir
Apakah tujuan kita benar-benar membuat kita tak terusik
Selayaknya tak ada yg kita ketahui di bus itu
Kecuali aku, kamu, dan laju kita.

Comments