Teruntuk GANDEWA UNY ku



Tidakkah sebuah kesuksesan yang sebenarnya itu diraih dari "0" dari kita belajar berjalan, merangkak, kemudian ada orang yang menggandeng kita, kemudian kita dapat berdiri sendiri, dan sekarang (sedang) belajar merayap, merayap di bebatuan dinding jurang yang terjal penuh rintangan demi sampai pada bibir jurang guna menikmati pemandangan dari atas yang tak pernah dipungkiri indah-Nya ciptaan-Mu tak ada tandingannya.

Semangat untuk berseni merupakan salah satu kekuatanku untuk bertahan bersama kalian. Semua kesempatan untuk kami berkarya dan mengenal dunia luar tak pernah kami lewatkan. Minder, ya sering kali kami rasakan terutama aku. Namun aku berusaha menutupi dengan keyakinan yang aku sampaikan pada mereka, cukuplah aku yang merasakan, karena tidak sepantasnya anak-anak hebat yang semangat dan berbakat harus makan "minder" terus menerus. Mungkin yang mider itu sepantasnya hanya untukku saja, tidak untuk mereka. 

Kami yang lahir dari budaya Jawa yang mungkin sudah termakan oleh jaman, memiliki keinginan yang besar agar semua yang telah kami pelajari khususnya mengenai gamelan tak pudar begitu saja, dan lebih membahagiakan ketika karya kami dapat menimbulkan tepuk tangan yang meriah. Dari kami lahir hingga sekarang sedang tumbuh dan berkembang, tidaklah dapat lari dari sindiran, cacian, dan kritik-kritik yang pedas tapi ada pula yang membangun. Bagi kami dan terutama bagiku, ini adalah salah satu kesempatan untuk kita mencari ciri khas, memperbaiki karya, dan syukur-syukur dapat membuat karya sendiri sesuai dengan ciri khas kami. 

Ketika kami mendapat cacian dan sindiran, ada dua option yang dapat kami pilih, yaitu "putus asa" atau "terus berjuang", jika kami mengambil pilihan nomer satu tentunya kami sudah tak dapat mempersembahkan karya kami di atas. Karya-karya kami mungkin memang belum seberapa dibanding grup gamelan lain yang mungkin sealiran dengan kami, namun semangat kami tak akan habis termakan oleh cacian, sindiran, dan kritikan pedas itu. 

Anak-anakku Gandewa adalah anak-anak yang hebat, mereka sangat berbakat. Aku harap kelak ia berada di tangan orang yang tepat, menuntun mereka menjadi superstar. Menjadi grup yang lebih berkualitas, yang lebih memiliki ciri khas seperti yang telah dikatakan oleh seorang seniman yang menjadi inspirasiku ketika ia menasihati Gandewa lewat aku "Carilah ciri khas dari Gandewa sendiri, lalu ciptakan karya". 

Pernahkah kalian memperhatikan bahwa nada-nada dari gamelan yang kalian mainkan menggambarkan semangat kalian, perasaan kalian saat itu, dan dapat pula menggambarkan sifat kalian. Saat kalian memainkan mereka, dari pukulan kalian akan terbaca bagaimana semangat kalian saat itu, suasana hati kalian saat itu, dan terkadang dari tekanan yang dihasilkan akan terbaca bagaimana sedikit sifat kalian. Aku sering mengamatinya. Mungkin lama-lama jika kalian memperhatikan akan memahaminya pula, dan dengan itu kalian akan lebih peka dengan keadaan teman-teman kalian pada waktu itu juga. Kalian juga diajarkan bermain perasaan saat kalian menghasilkan suara indah lewat gamelan, karena pukulan gamelan yang indah ialah ketika dimainkan dengan selaras.

Banyak pembelajaran mengenai bermain gamelan, selain hal di atas ada lagi pelajaran yang didapat yaitu mengenai keegoisan. Jika kalian tidak mau menunggu teman kalian yang sulit mencerna untuk memahami notasinya, pasti tidak akan pernah kalian mempersembahkan suatu karya yang baik. Jika kalian dalam memainkan gamelan memiliki tempo dan tekanan yang tidak sama dengan yang lain, maka karya yang kalian bawakan akan tidak selaras. Memainkan gamelan sama halnya dengan memainkan peran di panggung kehidupan. Jika kalian cermat, pasti kalian akan menemukan banyak manfaat dari itu semua.

TETAPLAH BERKARYA GANDEWA UNY, AKU MENYAYANGIMU DAN MENCINTAIMU. JANGAN PERNAH MINDER, TERUSLAH BERJUANG, TERUSLAH MERAYAP DINDING TERJAL HINGGA KETINGGIAN YANG TAK AKAN DAPAT MENJATUHKANMU. SENI ITU TAK ADA YANG TAK INDAH ASAL DARI HATI YANG IKHLAS. :)

Comments