dan diantara rumput yang tak kunjung menghijau
Sebuah senyum mendinginkan suasana
Siang dan sore yang masih saja terbilang membakar
Rumput menunggu guyuran air dari alam
Manusia menunggu teduhnya hari tanpa terik berlebihan
Bunga-bunga menunggu untuk menunjukkan warna indahnya
Sungai-sungai menunggu debet airnya bisa terbilang tumpah ruah
dan aku...
Aku menunggu obrolan kita
yang tak pandang apapun suasana alam yang datang
Saat awal November menunjukkan keagungan-Nya
Bunyi butir air yang jatuh di atap seakan bernada
Saat malam harus datang untuk mengenang
Obrolan sekejab tadi seakan ditarikan oleh butir-butir hujan
Dibalik hujan yang Ia berikan pada alam
Kau berikan pula hujan pada hatiku
Yang semakin tertawan
Atas nama senyuman
dan obrolan
Yang dimulai oleh kerlingan
Dalam hatiku rupanya juga sedang musim hujan
Hujan rasa yang selalu jatuh tiap harinya
Teruntuk rindu yang mengakar

Comments
Post a Comment